Desa Pesantren Kecamatan Blado Kabupaten Batang

Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, terus bergerak maju melalui pengembangan tiga komoditas hortikultura unggulan, yaitu Koboca Hijau, Torsten, dan Butternut Jacqueline, yang menjadi fokus dalam rintisan agrowisata desa. Ketiga komoditas ini dinilai sangat cocok dikembangkan di kawasan dataran tinggi dengan iklim dan kondisi tanah yang mendukung produktivitas secara optimal.

Pengembangan komoditas unggulan ini merupakan bagian dari program rintisan agrowisata yang didukung oleh Dana DPPM Kemendikti Saintek, dengan pendampingan tim akademisi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Muria Kudus (UMK). Kolaborasi ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kemampuan masyarakat dalam teknik budidaya presisi dan pengelolaan tanaman hortikultura secara berkelanjutan.

Ketiga varietas yang menjadi prioritas memiliki karakteristik unik. Koboca Hijau dikenal sebagai varietas labu berwarna hijau dengan daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca. Torsten memiliki kualitas daging yang manis dan tekstur lembut sehingga banyak diminati pasar modern. Sementara itu, Butternut Jacqueline menjadi komoditas bernilai tinggi karena dapat diolah menjadi beragam produk pangan seperti puree, sup, dan makanan bayi, menjadikannya komoditas yang tidak hanya potensial secara pertanian, tetapi juga secara ekonomi.

Selain budidaya, masyarakat juga mulai diperkenalkan pada konsep hilirisasi produk hortikultura melalui pembuatan olahan seperti kripik waluh, puree waluh siap pakai, dan berbagai produk UMKM desa lainnya. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pesantren.

Ketiga komoditas unggulan ini diharapkan menjadi daya tarik utama dalam rintisan agrowisata desa, baik bagi pengunjung yang ingin belajar tentang pertanian, maupun pihak luar yang tertarik dengan potensi ekonomi hortikultura dataran tinggi. Dengan dukungan sinergis antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan Dana Dikti, Desa Pesantren optimis mampu menjadi pusat pengembangan hortikultura unggulan dan destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan.

One thought on “Tiga Komoditas Hortikultura Unggulan Desa Pesantren Siap Dikelola untuk Agrowisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *