Pelatihan Pembuatan Demplot Hortikultura di Desa Pesantren menjadi langkah strategis dalam pengembangan agrowisata berbasis komunitas di desa ini. Kegiatan ini melibatkan langsung masyarakat Desa Pesantren, khususnya kelompok tani, dalam rangka mempersiapkan mereka untuk mengelola komoditas hortikultura unggulan dengan teknik yang tepat dan berkelanjutan. Desa Pesantren, yang terletak di dataran tinggi Blado, Kabupaten Batang, memiliki potensi alam yang sangat mendukung untuk pengembangan pertanian, khususnya sayuran dan buah-buahan.
Pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang karakteristik lahan di Desa Pesantren yang sangat cocok untuk pertanian hortikultura. Para peserta diajak memahami pentingnya pemilihan tanah yang baik serta cara menyesuaikan teknik budidaya dengan kondisi lingkungan sekitar. Salah satu komoditas unggulan yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah kobucha, sejenis labu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang luas. Peserta diberikan wawasan mengenai peluang usaha dan strategi pemasaran komoditas hortikultura seperti kobucha, yang dapat memenuhi permintaan pasar lokal maupun internasional.
Dalam sesi praktik, peserta tidak hanya belajar tentang teknik budidaya yang tepat, tetapi juga diberi pelatihan mengenai standar kualitas yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk unggulan. Salah satu metode yang diterapkan dalam demplot adalah penggunaan anjang-anjang, yakni sistem rambatan sederhana yang berguna untuk menjaga kualitas buah kobucha dan sekaligus menjadi atraksi edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke desa. Selain itu, pelatihan ini juga membahas cara mengelola lahan dengan baik, termasuk pengendalian hama dan penyakit tanaman agar hasil budidaya tetap optimal.
Salah satu hal yang menjadi fokus dalam pelatihan ini adalah penguatan jejaring pasar. Peserta diberikan pengetahuan tentang bagaimana mengakses pasar lebih luas, baik melalui supermarket, mitra distribusi, maupun penjualan langsung di pasar lokal. Dengan produk yang berkualitas dan konsistensi produksi, Desa Pesantren berpeluang untuk memperkenalkan komoditas hortikultura mereka ke pasar yang lebih besar. Dukungan dari perguruan tinggi seperti UNNES juga sangat penting dalam memberikan akses kepada petani untuk memanfaatkan teknologi pemasaran digital dan mempromosikan produk mereka lebih efektif.
Selain itu, pelatihan ini juga membahas pengelolaan demplot yang meliputi pengaturan jadwal panen dan sistem tata kelola lahan yang berkelanjutan. Demplot yang dibangun di desa ini berfungsi sebagai tempat praktik, sekaligus sebagai wahana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung yang tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang pertanian. Dengan rencana panen yang terjadwal dan pengelolaan yang baik, demplot ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Pesantren.
Pelatihan pembuatan demplot ini merupakan salah satu fondasi dalam mengembangkan agrowisata berbasis komunitas di Desa Pesantren. Selain meningkatkan kapasitas petani dan pengelola UMKM lokal, keberadaan demplot hortikultura juga berfungsi sebagai atraksi wisata edukasi yang akan menarik perhatian wisatawan dan memberi kontribusi positif terhadap perekonomian desa. Melalui kegiatan ini, Desa Pesantren tidak hanya menguatkan sektor pertanian, tetapi juga membangun ekonomi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.

