
Komoditas Hortikultura Unggulan Desa Pesantren
Desa Pesantren memiliki potensi hortikultura yang sangat kuat berkat kondisi dataran tinggi dan tanah yang subur. Melalui program pengabdian yang melibatkan masyarakat, tiga komoditas unggulan berhasil dikembangkan dengan pendekatan budidaya presisi dan sistem irigasi tetes.
1. Koboca Hijau
Koboca hijau menjadi komoditas khas wilayah Blado yang memiliki tekstur daging lembut serta rasa manis alami. Tanaman ini sangat adaptif terhadap kondisi lahan desa dan memiliki peluang pasar yang tinggi baik sebagai bahan olahan maupun produk segar.
2. Torsten
Varietas torsten dikenal dengan tingkat produktivitas yang baik dan ketahanan terhadap perubahan cuaca. Selain bernilai ekonomi tinggi, torsten mulai dikembangkan menjadi produk olahan seperti keripik dan puree sebagai bagian dari diversifikasi usaha desa.
3. Butternut Jacqueline
Butternut jacqueline menjadi primadona baru karena bentuknya menarik, kandungan gizinya tinggi, dan memiliki nilai jual yang stabil. Pengembangan butternut juga menjadi bagian dari kegiatan edukasi pertanian dan pembuatan demplot.
Pengelolaan Berbasis Budidaya Presisi
Setiap komoditas dikelola dengan menerapkan:
- Irigasi tetes yang efisien
- Penggunaan mulsa plastik
- Pencatatan elektronik berbasis sistem
- SOP budidaya ramah lingkungan
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menghadirkan kawasan hortikultura yang dapat mendukung rintisan agrowisata desa.
