Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Program ini memperoleh dukungan pendanaan melalui skema Pemberdayaan Wilayah (PW) dan diarahkan untuk memperkuat kapasitas desa agar mampu berkembang secara mandiri melalui model Agritourism berbasis komunitas.
Inisiatif ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Sejahtera dan Pokdarwis Sadesa, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pesantren. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting bagi pembangunan desa berbasis pertanian terpadu dan pengembangan wisata edukatif yang menonjolkan potensi lokal.
Ketua Tim Program, Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Pesantren melalui integrasi pertanian dan wisata. “Pendekatan agritourism ini merupakan strategi membangun kemandirian desa. Sinergi petani, pelaku wisata, dan akademisi diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan sosial desa,” ungkapnya.
Pada tahun pertama pelaksanaan (2025), berbagai aktivitas lapangan telah disusun dan dijalankan secara bertahap. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi program, pelatihan proses bisnis, FGD pemetaan potensi desa, pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), pelatihan diversifikasi olahan, pelatihan pemasaran digital, serta penguatan tata kelola dan kemitraan multipihak.
Program ini juga diperkuat oleh kolaborasi keilmuan lintas disiplin dari UNNES dan Universitas Muria Kudus (UMK). Di antaranya:
- Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si. mengembangkan pelatihan hortikultura presisi, menyusun SOP ramah lingkungan, serta merancang sistem pencatatan ilmiah untuk komoditas unggulan seperti Torsten, Butternut Jacqueline, dan Koboca Hijau.
- Dr. Hartati Sulistyo Rini, M.A. berfokus pada penguatan kelembagaan, penyusunan masterplan desa wisata, dan fasilitasi kemitraan strategis.
- Dr. Erik Aditia Ismaya, M.A. berperan penting dalam peningkatan literasi digital, strategi pemasaran, hingga pengelolaan media sosial dan branding desa.
Sejumlah capaian awal tahun 2025 menunjukkan hasil yang nyata. Tim berhasil membangun demplot hortikultura dengan sistem irigasi tetes dan mini greenhouse yang digunakan sebagai area edukasi sekaligus produksi. Selain itu, telah disusun buku saku potensi desa sebagai pedoman bagi pemandu wisata dan pelaku usaha lokal. Pelatihan diversifikasi olahan juga memberikan peluang baru bagi warga dalam memperluas basis pendapatan keluarga.
Tak hanya itu, rancangan jalur wisata edukatif pertanian telah disusun dan dijadwalkan untuk diuji coba pada akhir tahun. Jalur ini akan menjadi salah satu inovasi utama Desa Pesantren dalam memperkenalkan pertanian, edukasi, serta pengalaman wisata yang menyatu dengan karakter alam dan budaya setempat.
Dengan dukungan Kemendikti Saintek serta kolaborasi akademisi dari UNNES dan UMK, Desa Pesantren kini bergerak menuju model agritourism berbasis komunitas yang diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

