Desa Pesantren Kecamatan Blado Kabupaten Batang

Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, meluncurkan Rintisan Agrowisata Desa Pesantren sebagai langkah penting dalam pengembangan potensi hortikultura, wisata edukasi, dan pemberdayaan masyarakat desa. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Pesantren dengan Tim Dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) serta Tim Pengabdian Universitas Muria Kudus (UMK), dengan dukungan pendanaan dari DPPM Kemendikti Saintek.

Peluncuran agrowisata ini menjadi momentum strategis bagi Desa Pesantren yang memiliki potensi besar dalam komoditas hortikultura dataran tinggi. Kepala Desa Pesantren, Sukirno, menyampaikan bahwa rintisan ini tidak hanya bertujuan menguatkan sektor pertanian, tetapi juga membuka ruang wisata edukatif yang menghubungkan masyarakat, sekolah, hingga wisatawan dengan aktivitas pertanian yang berkelanjutan. Komoditas unggulan seperti Koboca Hijau, Torsten, dan Butternut Jacqueline kini mulai dikembangkan sebagai identitas pertanian desa.

Kontribusi perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam keberhasilan program ini. Tim dosen dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Muria Kudus mendampingi masyarakat dalam pemetaan potensi desa, penguatan kapasitas, serta penyusunan strategi pengembangan wisata yang berkelanjutan. Sementara itu, Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Dr. Moh. Solehatul Mustofa, M.A, bersama Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si, Dr. Erik Aditia Ismaya, S.Pd., M.A dan Dr. Hartati Sulistyo Rini, M.A. berperan dalam mendukung penguatan komoditas hortikultura, pelatihan pengolahan produk desa, hingga optimalisasi teknologi digital sebagai sarana promosi desa.

Dengan dukungan Dana DPPM Kemendikti Saintek, kolaborasi akademik ini tidak hanya memperkuat fondasi program, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui rangkaian pelatihan, pendampingan teknis, serta pengembangan produk lokal, masyarakat mendapatkan ruang untuk meningkatkan daya saing dan kreativitas dalam sektor pertanian berkelanjutan.

Peluncuran website Rintisan Agrowisata Desa Pesantren menjadi langkah penting berikutnya. Website ini berfungsi sebagai pusat informasi, dokumentasi kegiatan, serta etalase digital bagi produk-produk lokal masyarakat. Kehadirannya diharapkan memperluas jangkauan promosi desa dan memperkuat citra Desa Pesantren sebagai desa wisata berbasis pertanian.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, masyarakat, dan dukungan pendanaan dari Dikti, Desa Pesantren optimis mampu terus berkembang sebagai desa wisata edukatif yang produktif dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *