Batang, 13 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Ke-2 di Aula Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan menjadi langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pada tahun kedua.
Program tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Wilayah Program DPPM Multiyears 2025–2027 yang dilaksanakan melalui kolaborasi UNNES dan UMK. Pada tahun kedua, kegiatan mengusung tema “Membangun Kapasitas dan Kemandirian Desa Melalui Inisiatif Agritourism Berbasis Komunitas.”
Sosialisasi dilakukan untuk menyamakan persepsi antara tim perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok masyarakat, serta berbagai unsur yang nantinya terlibat dalam pengembangan rintisan agrowisata Desa Pesantren. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang koordinasi dalam menentukan arah kegiatan, pembagian peran, dan berbagai tahapan program yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Program tahun kedua diarahkan tidak hanya pada pengembangan potensi pertanian sebagai daya tarik wisata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa. Masyarakat diharapkan semakin mampu berperan sebagai pelaku utama dalam mengelola potensi pertanian, wisata alam, produk lokal, serta berbagai aktivitas sosial dan budaya yang menjadi kekuatan Desa Pesantren.
Memperkuat Agritourism Berbasis Komunitas
Konsep agritourism berbasis komunitas menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam perencanaan, pengelolaan, hingga pengembangan kegiatan wisata. Potensi pertanian yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran sekaligus pengalaman wisata bagi pengunjung.
Melalui pendekatan tersebut, kebun dan aktivitas hortikultura tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi pertanian. Kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai lokasi edukasi budidaya, pengenalan tanaman, pengolahan hasil pertanian, wisata kebun, hingga aktivitas rekreatif berbasis lingkungan.
Pada saat yang sama, keberadaan kelompok tani (Poktan) dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menjadi unsur strategis dalam mendukung keberlanjutan program. Poktan berperan dalam pengembangan aspek pertanian dan hortikultura, sedangkan Pokdarwis memiliki peran penting dalam pengembangan destinasi, pelayanan wisata, dokumentasi kegiatan, promosi, serta pengelolaan informasi wisata desa.
Menuju Desa yang Mandiri
Pelaksanaan program tahun kedua juga menjadi kelanjutan dari proses rintisan yang telah dilakukan sebelumnya. Fokus kegiatan secara bertahap diarahkan dari pengenalan dan pengembangan potensi menuju penguatan kapasitas serta kemandirian masyarakat.
Berbagai kegiatan lapangan selanjutnya akan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari pengembangan pertanian, pengelolaan kawasan agrowisata, identifikasi jalur wisata, penguatan produk lokal, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
Website Rintisan Agrowisata Desa Pesantren juga menjadi salah satu media penting dalam mendokumentasikan perkembangan program sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Informasi mengenai komoditas pertanian, aktivitas masyarakat, wisata alam, budaya lokal, produk desa, hingga perkembangan program dapat disajikan secara berkelanjutan melalui platform digital tersebut.
Melalui pelaksanaan pengabdian tahun kedua ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat fondasi rintisan agrowisata Desa Pesantren. Tujuan akhirnya bukan hanya menciptakan sebuah destinasi wisata, melainkan membangun ekosistem agrowisata yang dikelola masyarakat, memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal, serta mendukung kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.







